IDI Jember Sebut Influenza Tipe A Tak Bisa Dipastikan Hanya dari Gejala

Ilustrasi

Jember Hari Ini – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jember, dr M. Ali Shodikin, mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan kasus batuk, pilek dan demam Sebagai Influenza Tipe A.

Menurutnya, untuk memastikan seseorang terinfeksi Influenza Tipe A, diperlukan pemeriksaan mikrobiologi, salah satunya melalui pengambilan Sampel Swab.

Ali mengatakan, pemeriksaan tersebut belum selalu bisa dilakukan di lapangan. Salah satu kendalanya adalah pasien yang tidak bersedia menjalani Swab, sementara ketersediaan alat pemeriksaan juga belum selalu memadai.

Kondisi tersebut membuat tenaga medis tidak dapat memastikan secara pasti jenis Influenza yang dialami pasien hanya berdasarkan gejala.

Meski demikian, pihaknya menyebut kasus infeksi saluran pernapasan saat ini memang meningkat dan cukup banyak ditemukan di fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, klinik hingga rumah sakit.

Untuk Influenza A, gejala awal yang dapat muncul antara lain batuk, pilek, demam, mual dan muntah demam juga dapat mencapai suhu tinggi.

Namun, tidak semua pasien dengan gejala tersebut membutuhkan perawatan di rumah sakit. Pasien dengan kondisi ringan masih dapat menjalani pemeriksaan dan pengobatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun rawat jalan rumah sakit.

Sebaliknya, masyarakat diminta segera membawa pasien ke rumah sakit apabila muncul gejala berat, seperti dehidrasi akibat tidak mau makan dan minum, tubuh lemas, serta tanda-tanda sesak napas.

Pada anak, tanda sesak dapat terlihat dari napas yang cepat, kesulitan bernapas. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan segera di rumah sakit.

dr ali juga mengimbau masyarakat tetap waspada tanpa panik. Warga yang mengalami batuk atau pilek dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi risiko penularan melalui droplet saat batuk, bersin maupun berbicara.

Masyarakat juga diminta membiasakan mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi waktu istirahat serta menghindari paparan asap rokok, asap kendaraan, pembakaran sampah dan debu. Pihaknya menegaskan, masyarakat tidak perlu menunggu kondisi menjadi parah untuk memeriksakan diri. (Ulil)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*