Inflasi Jember September 2026 Capai 0,27 Persen, Cabai Rawit Jadi Penyumbang Terbesar

Ilustrasi

Jember Hari Ini – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember mencatat inflasi di Kabupaten Jember pada September 2026 sebesar 0,27 persen secara Month To Month atau bulanan.

Kepala BPS Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsi, mengatakan, secara Year On Year, inflasi Jember pada September 2026 mencapai 3,04 persen. Angka tersebut menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,78 pada September 2025 menjadi 112,09 pada September 2026. Sementara secara Year To Date, tingkat inflasi Jember hingga September 2026 tercatat sebesar 1,84 persen.

Peni menjelaskan, inflasi bulanan pada September 2026 salah satunya dipengaruhi musim kemarau ekstrem yang menyebabkan penurunan produksi sejumlah komoditas pangan, terutama komoditas yang membutuhkan pasokan air cukup. Kondisi tersebut kemudian berdampak terhadap kenaikan harga sejumlah bahan pangan di pasar.

Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu kelompok yang mengalami inflasi cukup tinggi, yakni sebesar 0,84 persen dengan memberikan andil sebesar 0,26 persen terhadap inflasi September.

Selain faktor produksi pangan yang menurun, kenaikan harga sejumlah komoditas juga dipengaruhi terganggunya distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari luar daerah.

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan adalah cabai rawit. Komoditas ini memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan september 2026, yakni sebesar 0,09 persen, dengan kenaikan harga mencapai 19,63 persen.

Selain cabai rawit, kenaikan harga daging ayam ras dan telur ayam ras masing-masing memberikan andil sebesar 0,05 persen. Kenaikan harga kedua komoditas tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan untuk kebutuhan dapur program makan bergizi gratis atau mbg, kenaikan harga pakan ternak, serta kondisi kemarau ekstrem yang meningkatkan risiko kematian DOC atau anak ayam.

Komoditas lain yang turut memberikan andil terhadap inflasi adalah jagung manis sebesar 0,04 persen dan daging sapi sebesar 0,03 persen. Sementara tomat, udang basah, jeruk, dan kangkung masing-masing memberikan andil sebesar 0,02 persen.

Adapun pir, semangka, dan labu siam atau jipang masing-masing memberikan andil sebesar 0,01 persen. Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi Jember.

Mentimun menjadi komoditas dengan penurunan harga paling dalam, dengan memberikan andil deflasi sebesar 0,06 persen setelah harganya turun 46,09 persen.

Komoditas lainnya yang mengalami penurunan harga adalah terong dan cabai merah, yang masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,03 persen. Kemudian bawang merah dan minyak goreng masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,02 persen. (Ulil)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*