Jember Hari ini – Seorang Suami Istri, Jefri Hardianto dan Eni Nuraini, warga Kecamatan Puger, mengaku menjadi korban dugaan aksi pengejaran dan pemepetan oleh sejumlah orang yang diduga debt collector, pada Jumat (09/10/2026). Akibat kejadian tersebut, keduanya terjatuh dari sepeda motor dan mengalami luka-luka.
Jefri menceritakan, awalnya dirinya bersama istri dalam perjalanan pulang dari Situbondo menuju Puger. Saat melintas di kawasan Baratan, Kecamatan Patrang, ia merasa diikuti sejumlah pengendara sepeda motor.
Pengejaran disebut berlanjut hingga kawasan lampu merah Gebang, masuk wilayah Kecamatan Kaliwates. Jumlah pengendara yang mengikutinya diperkirakan mencapai lima orang.
Jefri mengaku salah seorang pengendara yang menggunakan sepeda motor Honda Vario berwarna merah kemudian memepet kendaraannya dan meminta dirinya menepi. Karena situasi jalan relatif sepi, ia memilih tetap melanjutkan perjalanan. Namun, saat terus dipepet, sepeda motornya kehilangan keseimbangan hingga ia dan istrinya terjatuh.
Usai kejadian, menurut Jefri, para pengendara tersebut sempat melihat kondisi korban sebelum meninggalkan lokasi. Ia kemudian menolong istrinya terlebih dahulu sebelum berusaha mengejar para pengendara itu, tetapi tidak berhasil menemukannya.
Akibat kejadian tersebut, Jefri mengalami nyeri dan cedera pada jari kaki kanan, lutut, tangan, serta bahu kanan. Sementara itu, Eni mengalami luka lecet pada kaki dan tangan kanan, disertai cedera pada tangan kanan hingga sulit digerakkan.
Lebih jauh Jefri menduga para pengendara tersebut merupakan debt collector karena sepeda motor Yamaha Nmax yang digunakannya mengalami keterlambatan pembayaran angsuran selama beberapa bulan.
Meski demikian, identitas dan dugaan keterlibatan para pengendara itu masih perlu dipastikan. Pasca kejadian itu, Jefri menyatakan berencana melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke Polsek Kaliwates. (Rusdi)

