Jember Hari Ini – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember melaporkan, dana masyarakat yang tersimpan di perbankan Kabupaten Jember mencapai Rp28,4 triliun. Namun, besarnya simpanan tersebut belum diimbangi pertumbuhan penyaluran kredit yang hanya mencapai 2,51 persen.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Jember, Aris Budiman, Sabtu (10/10/2026) menyampaikan, pertumbuhan kredit di Jember masih tertinggal dibandingkan Kabupaten Banyuwangi yang mencapai 9,94 persen. Meski demikian, kinerja kredit Jember menunjukkan perbaikan dibandingkan periode sebelumnya yang pertumbuhannya masih dibawah satu persen.
Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) di Jember tumbuh 50,14 persen. Kondisi ini menunjukkan penghimpunan dana masyarakat meningkat jauh lebih cepat dibandingkan penyaluran kredit oleh perbankan.
OJK menilai kondisi tersebut menjadi perhatian karena besarnya dana yang dihimpun perbankan perlu diimbangi penyaluran pembiayaan yang produktif.
Berdasarkan data OJK, penyaluran kredit perbankan di Jember mencapai sekitar Rp21 triliun. Sementara itu, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) Jember tercatat sebesar 74,05 persen, yang menunjukkan proporsi dana pihak ketiga yang disalurkan kembali sebagai kredit.
Lebih jauh Aris menjelaskan kredit konsumtif masih memiliki porsi cukup besar dalam struktur pembiayaan di Jember. Karena itu, perbankan didorong meningkatkan pembiayaan produktif agar dana masyarakat dapat lebih optimal mendukung kegiatan ekonomi daerah. (Rusdi)

