Jember Hari Ini – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN KHAS Jember meningkatkan kapasitas pengurus Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Sumberwringin, Kecamatan Sukowono, dalam menyusun laporan keuangan berkelanjutan. Kegiatan ini dilakukan untuk mendorong tata kelola pesantren yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digagas Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN KHAS Jember tersebut, mengusung tema peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam penyusunan laporan keuangan berkelanjutan, guna mewujudkan tata kelola pesantren yang baik.
Penguatan tata kelola keuangan dinilai semakin penting setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang pesantren. Regulasi tersebut, memperkuat kedudukan pesantren dalam sistem pendidikan nasional sekaligus membuka peluang akses terhadap dukungan pendanaan publik. Karena itu, pengelolaan anggaran pesantren perlu disertai sistem pelaporan dan pertanggungjawaban yang memadai.
Tim pengabdian FEBI UIN KHAS Jember dipimpin Agung Parmono, Dosen Akuntansi Syariah, bersama Dr. Siti alfiah, Dosen Ekonomi Syariah, Luluk Musfiroh, Dosen Akuntansi Syariah, dan Fatimatuz Zahro, Dosen Ekonomi Syariah.
Kegiatan ini juga menghadirkan guru besar Akuntansi Syariah Universitas Jember, Prof. Dr. Ahmad Roziq, sebagai narasumber untuk memberikan penguatan terkait tata kelola dan pelaporan keuangan pesantren.
Ketua Tim Pengabdian, Agung Parmono, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, pengasuh, kiai, dan pengurus pesantren diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai pengelolaan serta pertanggungjawaban keuangan sesuai standar yang berlaku.
Agung menambahkan, setiap anggaran yang dikelola pesantren perlu dipertanggung jawabkan kepada para pemangku kepentingan secara transparan dan berkelanjutan. FEBI UIN KHAS Jember juga membuka peluang kerja sama lanjutan dengan pesantren lain untuk memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia dan tata kelola kelembagaan.
Pengurus Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Ustadz Mukhlis, berharap kerja sama antara pesantren dan UIN KHAS Jember dapat terus berlanjut, terutama dalam menyiapkan santri yang memiliki kompetensi di bidang Akuntansi Syariah. Ia juga berharap semakin banyak santri yang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di UIN KHAS Jember untuk memperdalam ilmu Akuntansi Syariah.
Harapan serupa disampaikan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Sumberwringin Sukowono, KH. Ali Lutfi. Ia berharap kegiatan peningkatan kapasitas pengurus pesantren tidak berhenti pada pelatihan kali ini, tetapi menjadi program berkelanjutan sesuai tema yang diusung.
Sementara itu, Prof. Dr. Ahmad Roziq menilai kolaborasi antara kalangan akademisi dan pesantren berpotensi menghasilkan pengembangan pengetahuan serta praktik tata kelola yang lebih baik. Menurutnya, pengelolaan pesantren idealnya tidak hanya memenuhi formalitas administratif, tetapi juga mampu menerapkan prinsip tata kelola yang profesional dan akuntabel. (Hafit)

