Jember Hari Ini – Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten Jember mencatat inflasi bulanan atau Month To Month (M-To-M) di Jember pada Oktober 2026 sebesar 0,27 persen.
Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih, Senin (02/11/2026), menyebutkan, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang utama inflasi pada periode bulan Oktober 2026. Diantaranya cabai merah, cabai rawit, ketimun, daun bawang, labu siam, tomat, dan tongkol diawetkan. Dari kelompok makanan dan minuman, cabai merah memberikan andil inflasi terbesar sebesar 0,06%, disusul cabai rawit sebesar 0,05%.
Sementara ketimun, daun bawang, labu siam, tomat, dan tongkol diawetkan masing-masing menyumbang 0,03%. Komoditas lain seperti beras, sawi hijau, air kemasan, dan daging sapi masing-masing memberikan andil 0,02%. Sedangkan pir dan pisang masing-masing menyumbang 0,01%.
Meski demikian, sejumlah komoditas pangan justru mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi. Daging ayam ras menjadi penyumbang deflasi terbesar sebesar 0,12%, disusul telur ayam ras sebesar 0,04%, jagung manis 0,02%, serta ikan tongkol atau ikan ambu-ambu sebesar 0,01%.
Secara keseluruhan, kelompok makanan dan minuman memberikan andil inflasi sebesar 0,23% terhadap inflasi bulanan Jember pada Oktober 2026.
Selain kelompok makanan dan minuman, inflasi juga dipengaruhi kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga. Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,01%, yang terutama dipicu kenaikan harga Air Conditioner (AC).
Kendati demikian BPS mencatat, kenaikan harga berbagai komoditas pangan masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan inflasi di Jember selama Oktober 2026. (Ulil)

