
Jember Hari Ini – Hujan yang mulai mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Jember pada Minggu hingga Senin, 1-2 November 2026, ternyata belum sepenuhnya mengakhiri krisis air bersih akibat kekeringan. Sejumlah desa dan kelurahan masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur warga belum kembali terisi meski hujan dengan intensitas lebat telah turun.
Salah satu wilayah yang masih terdampak adalah Dusun Krajan, Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo. Berdasarkan hasil Asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, sebanyak 50 Kepala Keluarga (kk) di wilayah tersebut masih membutuhkan bantuan air bersih.
Camat Tempurejo, Adi Kusnandar, menyampaikan bahwa kekeringan di Desa Curah Nongko telah berlangsung sekitar dua bulan. Penurunan debit air sumur membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari.
Pada Rabu (04/11/2026), BPBD Jember bersama PLN UP3 Jember menyalurkan 5.000 liter air bersih ke Dusun Krajan, Curah nongko. Bantuan tersebut menyasar 40 KK di Rt 01 dan Rt 02 Rw 12 serta 10 KK di Rt 01 Rw 04.
Sebelumnya, pemerintah desa telah melakukan distribusi air bersih secara mandiri sejak Agustus 2026. Namun, upaya tersebut belum mampu mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat terdampak.
Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lainnya. Di kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, sebanyak 40 Kk di Rt 04 Rw 07 masih mengalami kesulitan air bersih. Sumur warga dengan kedalaman sekitar 8 hingga 10 meter dilaporkan mulai mengering sejak Juli 2026.
Pada Senin (02/11/2026), BPBD bersama Perumdam Tirta Pandalungan menyalurkan 5.000 liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan warga. Distribusi kembali dilakukan pada 4 November melalui koordinasi kelurahan Tegalgede dengan DPRKPLH dan pendampingan TRC BPBD Jember.
Sementara itu, krisis air bersih juga masih dialami 142 KK di lingkungan Plalangan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang. BPBD bersama Relawan Indonesia menyalurkan 5.000 liter air bersih pada Senin (02/11/2026). Total bantuan air bersih yang telah disalurkan ke wilayah tersebut mencapai 115.000 liter.
Kekeringan juga masih dirasakan sekitar 190 KK di Dusun Krajan, Desa Jatian, Kecamatan Pakusari. Sejak awal Agustus 2026, debit sumber air warga terus menyusut. BPBD kemudian kembali menyalurkan 5.000 liter air bersih pada Rabu (04/11/2026). (Ulil)
