Keempat dapur rumah warga itu masing-masing milik Rofi’i, Halimah, Ni’ah dan Dhori.
Peristiwa yang terjadi sekitar jam 10 malam itu membuat panik sejumlah warga kampung nelayan dan mereka berhamburan melarikan diri ke tempat yang aman. Menurut seorang keluarga korban, Syamsuri, tanda-tanda ombak besar itu terjadi sejak terjadinya gempa di Bali beberapa hari lalu. Ia juga tidak menduga kalau ombak setinggi 7 meter dari bibir pantai itu terjadi di Pantai Payangan. Begitu terdengar gemuruh, warga mengira terjadi tsunami, dan seketika berhaburan mencari selamat.
Syamsuri menuturkan, ombak besar masuk ke pemukiman kampung nelayan dua kali dan baru surut sekitar jam 2 pagi. Meski demikian tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sebelumnya sekitar jam 3 Senin sore, dua perahu nelayan Puger tergulung ombak di Pelawangan. Seorang nelayan dinyatakan tewas sedangkan beberapa nelayan lainnya berhasil menyelamatkan diri. (Fathul)

Explore the extraordinary secrets of the Caribean Islands.
Recent Comments