Hingga triwulan ketiga, serapan anggaran proyek fisik PNPM Mandiri Pedesaan sekitar 45 persen, dari total anggaran Rp 37 miliar lebih.
Menurut Kepala Bidang Pengembangan Perekonomian Bappemas Kabupaten Jember, Mukair Jauhari, data tersebut berasal dari hasil laporan fasilitator 446 unit kegiatan fisik PNPM Mandiri Pedesaan di Jember. Dari seluruh proyek, ada yang penggarapannya tuntas 100 persen, ada juga yang belum sama sekali alias nol persen.
Mukair, yang juga penanggung jawab operasional PNPM Kabupaten Jember menyatakan , proyek yang masih nol persen berupa pengerasan jalan dan pembangunan gedung, berada di kawasan Jember Utara, diantaranya di Kecamatan Kalisat. Bappemas terus mengontrol dan mengawasi pelaksanaan proyek yang tersebar di 211 desa untuk mencegah terjadinya penyimpangan.
Daya serap anggaran tertinggi, justru terjadi pada dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP). Hingga 11 tahun terakhir asetnya meningkat sekitar Rp 67 miliar atau meningkat 100 persen dari modal awal Rp 36 miliar tahun 2003 lalu.
Mukair menjelaskan, surplus dari simpan pinjam itu tidak semata-mata untuk penambahan modal. Ada 3 cara penggunaan anggaran surplus simpan pinjam, yaitu 60 hingga 65 persen untuk modal, 5 persen untuk insentif pelaksana program, minimal 25 persen kembali kepada masyarakat dalam bentuk dana sosial seperti sembako dan khitanan massal untuk warga kurang mampu. (Hafit)
