Gabungan tim forensik untuk kasus pembunuhan oleh ibu kandung yang terjadi di Desa Yosorati Sumberbaru, mulai bekerja otopsi DNA dan tulang belulang korban. Gabungan tim forensik itu berasal dari Universitas Airlangga Surabaya, Polda Jawa Timur, RSD Dr. Soebandi, serta Universitas Jember.
Kepala Humas RSD dr. Soebandi Jember, dokter Yustina Evi menyebutkan, tim gabungan akan memeriksa secara menyeluruh untuk mengetahui kepastian tulang belulang yang ditemukan di sumur septic tank itu. Tim forensik juga memeriksa DNA tersangka yang berada di tahanan Mapolres Jember, melalui darah dan liur untuk selanjutnya dibawa ke laboratorium forensik. Hasil otopsi hari ini, akan langsung dibawa ke forensik pusat di Jakarta, untuk menyimpulkan hasil akhirnya.
Salah seorang penyidik Polres Jember, Ainur Rofik, kepada Prosalina FM, berharap hasil pemeriksaan DNA dan otopsi hari ini bisa melengkapi pemeriksaan sebelumnya.
Diberitakan Prosalina FM sebelumnya, tim forensik Polres Jember dan RSD dr. Soebandi Jember, membongkar septic tank, tempat pembuangan mayat anak yang diduga dibunuh ibu kandungnya. Tim forensik menemukan tulang belulang yang diduga korban pembunuhan itu, terbungkus kain sarung dan dililit kabel bekas dalam sumur tersebut. (Fathul)

