Hingga saat ini pemerintah belum bisa mengatasi kelangkaan BBM bersubsidi. Antrean panjang kendaraan roda 2 dan roda 4, masih terjadi di seluruh SPBU di Kabupaten Jember. Bahkan, antrean kendaraan meluber hingga jalan raya, sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.
Menurut operator SPBU Pakusari, Buang Mujiono, kelangkaan BBM terjadi akibat kebijakan pembatasan BBM bersubsidi. Layanan pembelian BBM akan normal kembali jika Pertamina mengirimkan BBM sesuai kebutuhan yang sudah dibayarkan.
Sementara itu, kelangkaan BBM dimanfaatkan pengecer BBM premium menaikkan harga. Harga BBM bervariasi antara Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu per botol. Padahal, di hari-hari normal harga BBM premium eceran Rp 7 ribu per liter.
Sementara Ketua Hiswana Migas, Beni Satria menyatakan, pemerintah seharusnya turun tangan mengendalikan penggunaan BBM bersubsidi. Kelangkaan BBM membuat masyarakat panik, sehingga mereka berlomba-lomba membeli karena mengira ada kenaikan harga. (Hafit)

