Sebagian eks Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Tanjung, mulai menempati 6 pasar relokasi yang disediakan Dinas Pasar. Sementara sebagian PKL yang bertahan di Jalan Dokter Wahidin, banting setir menjadi pedagang lesehan, menjadi pedagang sayur.
Menurut Kepala Dinas Pasar Kabupaten Jember, Hasi Madani, 1 orang menempati Pasar Sukorejo, 13 di Pasar Burung, Pasar Kreongan 2 pedagang, Pasar Gebang 2 pedagang. Selebihnya atau sekitar 167 pedagang, mereka menginginkan di Pasar Tegal Besar. Hasi mengaku sudah bertemu langsung dengan 4 orang. Dengan jumlah banyak yang harus ditempatkan di satu pasar, menjadi problem yang harus dipecahkan, dan hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi Dinas Pasar. Sebab, dengan permintaan pedagang yang ingin berjualan di satu tempat, akan menyebabkan Pasar Tegal Besar akan over kapasitas. Karena itu, Hasi berharap PKL bisa menata diri, sehingga Pasar Tegal Besar menjadi pasar yang hidup.
Sebelumnya, sebagaian besar dari PKL Jalan Untung Suropati mendatangi DPRD Jember, mengadukan bahwa pasar relokasi Tegal Besar belum bisa menampung para PKL di sekitar Pasar Tanjung yang ingin pindah ke tempat tersebut. Dari 102 los yang disediakan, 64 diantaranya masih milik pedagang pasar lama. Jika PKL memaksakan diri menempati los itu, khawatir terjadi konflik horizontal. (Hafit)

