Stain Jember Resmi Beralih Status Menjadi IAIN

KETUA STAIN JEMBER - BABUN SUHARTO

Rektor IAIN Jember, Babun Suharto

18 oktober 2014, atau dua hari jelang lengser, presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani peralihan status STAIN Jember, menjadi institut agama islam negeri, IAIN Jember. Penandatanganan pengalihan status STAIN ini dilakukan di istana bogor. Menurut ketua IAIN Jember, Babun Suharto, penandatanganan pengalihan status itu dilakukan bersamaan dengan 8 stain lain,  di Palangkaraya, Purwokerto, Manado, Kendari dan sejumlah daerah lain. Senin siang, civitas akademika IAIN Jember langsung menggelar tasyarakuran akan kenaikan status tersebut. 2 tahun perjuangan kenaikan status, akhirnya membuahkan. Babun dan seluruh warga IAIN Jember, menyambut gembira pengalihan status, sebab dengan naik status menjadi IAIN, maka juga diikuti perubahan struktur kampus dan pelayanan kepada mahasiswa. Stain yang sebelumnya dipimpinan seorang ketua, secara otomatis akan dipimpin rektor. Begitu juga dengan ketua jurusan secara otomatis menjadi dekan. Pelayanan kepada mahasiswa, juga akan lebih baik, tidak hanya secara administratif, tetapi juga peningkatan kualitas ajar di dalam kelas. IAIN Jember tentu akan mendapatkan kucuran dana yang lebih besar dari kementrian agama. Ke depan, Babun berencana menambah fakultas menjadi 4. Saat ini, IAIN Jember masih memiliki 3 fakultas, yakni tarbiya, dakwah, syariah dan hukum islam. Fakultas yang baru nanti adalah ekonomi dan bisnis islam. Selain itu, IAIN Jember juga akan membuka program doktoral yang akan dilaksanakan dalam waktu beberapa bulan ke depan. Eli

Comments are closed.