Terjadinya dualisme pimpinan DPR RI saat ini, merupakan cerminan dunia politik yang telah melenceng dari proses demokrasi Pancasila. Demikian diungkapkan Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar, usai menghadiri acara pemberian santunan untuk 1.000 anak yatim piatu dalam rangka memperingati tahun baru hijriyah di Pondok Pesanteran An-Nuriyah di Desa Kaliwining-Rambipuji.
Selain memberikan santunan, Muhaimin bersama sejumlah anggota DPR-RI dan DPRD dari PKB juga menggelar doa bersama agar pemimpin Indonesia bersatu dan menjadi teladan bagi rakyat.
Muhaimin mengaku prihatin dengan kondisi politik di Indonesia saat ini. Sebab, partai politik mempermainkan proses voting di gedung dewan, dan tidak mengedepankan musyawarah mufakat. Padahal, inti dari proses politik adalah musyawah mufakat. Pria yang akrab disapa Cak Imin itu mengajak semua pihak kembali kepada nilai-nilai Pancasila.
Jika situasi kebuntuan komunikasi antara parpol Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) terus berlanjut, kedua belah pihak akan deadlock. Jika sampai terjadi deadlock, akan mencoreng dunia perpolitikan di Indonesia.
Muhaimin iskandar menyambut baik upaya dari Ketua DPR-RI yang sudah mau membuka diri, dan berkomunikasi dengan parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Keterbukaan dari Ketua DPR sangat diharapkan, untuk mencari titik temu supaya tidak terus-terusan terjadi dualisme. (Hafit)

