Hampir 70 persen tanaman perkebunan karet milik PDP Kahyangan berumur 50 tahun lebih. Sementara populasi tanaman tinggal 200 pohon per hektar, sehingga produksinya tidak maksimal lagi.
Demikian disampaikan sejumlah adm perkebunan PDP Kahyangan, dalam rapat dengar pendapat Komisi C DPRD Jember dengan jajaran direksi untuk penyelamatan PDP dari kebangkrutan.
Menurut adm Sumber Pandan, Sugiwar, pohon yang produktif berusia antara 20 hingga 25 tahun. Namun hampir 70 persen tanaman karet berusia 50 tahun lebih, sehingga kurang produktif. Nasib serupa juga dialami tanaman kopi. Kondisi tanaman sudah memprihatinkan, sehingga pihaknya melakukan peremajaan tanaman dan masih harus menunggu 6 tahun lagi untuk berproduksi.
Hal senada disampaikan adm perkebunan Gunung Pasang, Eko Siswanto. Menurutnya, kondisi PDP saat ini membutuhkan penanganan yang lebih khusus lagi karena sudah sangat memperihatinkan. Apalagi tanaman yang ada sekarang adalah warisan dari zaman Belanda, sehingga sudah ada penurunan produksi. Eko juga mempertanyakan minimnya pendapatan yang masuk PDP. Pendapatan yang seharusnya Rp 8 miliar, ternyata yang masuk sekitar Rp 4 miliar saja.
Sementara Wakil Ketua Komisi C DPRD Jember, Anang Murwanto menjelaskan, masukan dari para adm akan dijadikan dasar untuk memperbaiki manajemen PDP ke depan. Ia tidak akan menyalahkan harga pasar karena diluar kemampuan PDP. (Hafit)

