SMK-SMK di Jember tetap akan menggunakan kurikulum 2013 (K-13) pada semester genap tahun depan.
Menurut Kepala SMK Negeri 3 Jember, Supriono, seluruh kepala SMK di Jember juga Jawa Timur tetap akan menggunakan K-13, karena investasi yang sudah ditanam mencapai ratusan juta rupiah. Investasi itu berupa pelatihan-pelatihan bagi guru, matrikulasi siswa yang terus berlangsung hingga sekarang, pengadaan buku, dan sarana prasarana penunjang lain.
Saat ini sekolah-sekolah sudah selesai membagi tugas untuk semester genap. Guru-guru juga sudah membuat rencana ajar yang sudah lengkap. Meski sudah menerima surat terbuka dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, namun Supriono menyesalkan keputusan menteri yang menghentikan pelaksanaan K-13 di tengah tahun ajar.
Sementara Kepala Smp Negeri 7 Jember, Saiful Bahri, menyatakan tetap patuh terhadap keputusan menteri. Saiful yakin pemberhentian pelaksanaan K-13 sudah didasarkan pada pertimbangan yang matang. Saiful tidak mau mengambil resiko anggaran, jika sekolahnya tetap menggunakan K-13 pada semester genap tahun ajaran ini. Ia juga sudah membaca surat terbuka menteri yang ditujukan kepada seluruh kepala sekolah di Indonesia.
Namun demikian, baik Supriono maupun Saiful sama-sama tetap menunggu keputusan Dinas Pendidikan Jember, apakah melanjutkan K-13 atau kembali ke KTSP 2006. Mereka juga tidak akan berkirim surat kepada menteri untuk tetap menggunakan K-13. Sayang, hingga Jumat sore, Kepala Dinas Pendidikan Jember Bambang Hariono belum berhasil dikonfirmasi. (Ely)
