Mahasiswa UNEJ Tuntut Transparansi Anggaran Pendidikan

Pantauan Prosalinan FM, aksi demo ratusan mahasiswa sempat diwarnai saling dorong dengan satpam UNEJ karena mahasiswa tidak ditemui oleh rektor, Mohammad Hasan. Mereka menuntut pemenuhan hak mahasiswa baru yakni, jas almamater dan pemberian Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).

Menurut korlap aksi, Ferio Kristiawan, jas almamater dan KTM merupakan hak dasar mahasiswa. Hingga proses perkuliahan berlangsung selama 2 bulan lebih, ternyata almamater dan KTM tidak kunjung diserahkan.  

Mahasiswa mengaku kecewa karena penerapan sistem uang kuliah tunggal (UKT) tidak bisa menjamin peningkatan kualitas layanan Universitas Jember.

Mahasiswa juga menuntut transparansi penggunaan anggaran, karena dengan penerapan sistem uang kuliah tunggal seharusnya layanan kepada mahasiswa baru menjadi lebih baik.

Sementara rektor Universitas Jember, Mohammad Hasan menegaskan, keterlambatan pemberian jas almamater dikarenakan lambatnya pencairan anggaran dari pemerintah pusat. Pemberian KTM juga molor karena pihak bank harus berkoordinasi dengan bank di tingkat pusat sebelum melakukan pencetakan KTM yang juga berfungsi sebagai kartu ATM.

Namun menurut Hasan, keterlambatan pemberian KTM ini tidak akan menghambat akses mahasiswa di perpustakaan atau mendapatkan layanan yang lain.

Rektor juga menjelaskan untuk jas almamater sudah selesai seminggu yang lalu, namun hingga saat ini belum didistribusikan kepada mahasiswa baru. Ia berjanji segera menuntaskan persoalan yang menimpa mahasiswa baru tersebut. (Ulung)

Comments are closed.