Menurut wartawan radio milik pemerintah, Budi Cahyono, saat hendak meliput, seorang PNS menyeret keluar dirinya dan dua orang wartawan media lokal Ruli Efendi dan Arimag. Bahkan Arimag, fotografer media lokal Jember sempat ditarik kerah bajunya.
Budi yang tidak mengetahui mengapa ia dan teman-temannya diusir, mengaku kecewa atas perlakuan PNS tersebut. Padahal, ia datang ke pendopo untuk melakukan peliputan atas undangan via SMS yang disampaikan bagian humas Pemkab Jember.
Sementara Kepala Humas Pemkab Jember, Sandi Suwardi Hasan membantah telah terjadi pengusiran terhadap tiga orang wartawan lokal Jember saat pelantikan kepala desa di aula Pendopo Pemkab Jember. Menurut Sandi, kejadian tadi pagi itu murni karena kesalahpahaman antara wartawan dengan bagian protokoler Pemkab. Sebenarnya, Pemkab sudah menyiapkan tempat khusus untuk wartawan. Namun, karena mereka datang terlambat, wartawan itu langsung masuk pada ruang arena pelantikan. Mengetahui hal tersebut, bagian protokoler langsung meminta mereka menempati ruangan yang telah disiapkan untuk wartawan. (Hafit)
