Pemerintah, Akhirnya Menggeser Jatah Pupuk Bulan Februari

Asisten penjualan PKT perwakilan eks Karisidenan Besuki,  Nur Salim menyatakan, jumlah pupuk yang sudah digeser 4.200 ton lebih.
    
Hingga Kamis kemarin, penyerapan pupuk urea bersubsidi  sebanyak 9.700 ton lebih. Namun, melihat permintaan di lapangan, diperkirakan alokasi tersebut terus bertambah hingga akhir Januari.

Menurut Nur Salim, pergeseran alokasi pupuk atau penambahan pupuk pada bulan Januari itu, berdasarkan permintaan dari Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Jember.

Sebagai produsen pupuk, Nur Salim tidak bisa menggeser alokasi pupuk tanpa instruksi dari KP3. Sesuai SK gubernur, jatah pupuk bulan Januari untuk Jember hanya 5.400 ton. Kelangkaan pupuk terjadi, karena pemerintah mengurangi jatah lebih dari 10 ribu ton.

Nur Salim berharap, petani memakai pola pemupukan berimbang seiring dengan berkurangnya alokasi pupuk urea bersubsidi. (Hafit)

Comments are closed.