GCW Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes Puskesmas

newsProses hukum kasus dugaan korupsi di Kabupaten jember, terus bergulir. Setelah proses hukum kasus dugaan korupsi Dana Berkunjung ke Jember (BBJ) ditangani Kejaksaan Negeri jember, kini kasus dugaan korupsi alat-alat kesehatan (alkes) untuk puskesmas, dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Menurut koordinator Government Coruption Watch (GCW), Andi Sungkono, ada dua kasus dugaan korupsi yang dilaporkan terkait dugaaan penyelewengan APBD 2013. Satu kasus ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, sedang kasus lainnya yakni kasus dugaan korupsi alat-alat kesehatan ditangani Kejaksaan Negeri Jember. Sebagai tindak lanjut, GCW menyerahkan dokomen penting kepada Kejaksaan Negeri Jember. Namun, dokumen tersebut belum diterima oleh Kejaksaan Negeri Jember, karena belum dilengkapi surat pengantar oleh pelapor.

Andi menambahkan, total anggaran yang diduga terjadi penyelewengan sekitar Rp 9 miliar untuk pengadaan obat, ambulan, serta alkes untuk puskesmas nilainya Rp 200 juta.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember, Muhammad Hambaliyanto, meminta pelapor melengkapi surat pengantar dokumen tersebut. Pelapor tidak bisa langsung menyerahkan dokomen terkait kasus dugaan korupsi langsung kepada kepala seksi pidana khusus. Pelapor harus membuat surat pengantar yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Jember terlebih dahulu. (Hafit)

Comments are closed.