Pelaksanaan Proyek di Sekitar Pantai Pancer Puger, Dikeluhkan Warga

pertemuan LSM

Rapat dengar pendapat terkait pengerukan muara dan pembangunan plengsengan Puger.

Normalisasi muara dan pembangunan plengsengan sungai Puger, dikeluhkan warga karena mengganggu kenyamanan dan kegiatan ekonomi warga Puger.

Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat antara perwakilan warga di sekitar pantai Pancer Puger, Paguyuban Warung Tambangan, bersama LSM Epamas, di ruang Komisi C DPRD Jember, Rabu siang.

Ketua Paguyuban Warung Tambangan Pancer Puger, Nur Ahmadi Jupri menjelaskan, tahun ini kawasan wisata Pancer Desa Puger Kulon mendapatkan 3 proyek yakni pengerukan muara sungai, perbaikan break water, serta pembuatan plengsengan. Anggarannya sekitar Rp 3.5 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum. Proyek perbaikan break water sudah selesai. Tinggal proyek pengerukan sungai dan pembangunan plengsengan yang masih dalam proses pengerjaan.

Nur Ahmadi menjelaskan, penggarapan kedua proyek tersebut sangat meresahkan warga sekitar tempat wisata Pancer atau Plawangan. Sebab, material pengerukan dan material plengsengan, menutup akses tempat wisata dan warung warga. Akibatnya, penghasilan warga turun drastis bahkan ada warga yang terpaksa tidak berjualan. Selain itu, tumpukan material ini membuat warga tidak nyaman, terutama pengendara sepeda motor. Apalagi, hingga saat ini belum ada kejelasan kapan proyek tersebut rampung. Nur Ahmadi mengaku khawatir proyek tersebut belum rampung hingga lebaran.

Sementara Ketua Komisi C DPRD Jember, Muhammad Asir, belum mengetahui pelaksanaan proyek tersebut. Sebab, hingga saat ini Dinas PU Cipta Karya dan pelaksana proyek tidak pernah berkoordinasi. Asir berjanji akan melakukan sidak dan memanggil pihak terkait. (Hafit)

Comments are closed.