Polres Jember meminta kelompok atau organisasi masyarakat tidak melakukan sweeping sendiri tempat hiburan malam selama bulan suci ramadhan.
Pernyataan ini disampaikan Wakapolres Jember, Kompol Cecep Susatya, dalam pertemuan bersama TNI, Pemkab, dan perwakilan organisasi masyarakat di Jember. Ia berharap tidak ada aksi massa melakukan sweeping tempat maksiat, karena polisi bersama elemen yang lain akan bertindak tegas sesuai kesepakatan pertemuan tersebut.
Jika kelompok masyarakat mengetahui masih ada tempat maksiat yang beroperasi selama ramadhan, Cecep meminta mereka lapor polisi meminta polisi melakukan razia. Sebab sesuai kesepakatan semua tempat hiburan harus tutup total selama bulan suci ramadhan.
Sementara pengurus Front Pembela Islam (FPI) Jember, ustad Faizid menyatakan, selama polisi bertindak tegas, tidak main mata dengan pemilik tempat maksiat, FPI tidak akan melakukan sweeping sendiri. FPI akan terus memonitor kinerja polisi, terkait pelaksanaan kesepakatan anti maksiat selama bulan ramadhan di Kabupaten Jember. (Fathul)
