Karena mulai dini hari diserbu pembeli, sejumlah SPBU di Pakusari kehabisan stok BBM sejak Selasa jam 9 pagi. Warga kemudian mendatangi SPBU di Desa Kertosari Kecamatan Pakusari. Akibatnya, antrean panjang terjadi hingga mengganggu arus lalu lintas dari Jember menuju Banyuwangi.
Menurut operator SPBU Pakusari, Buang Mujiono, SPBU sudah membatasi penjualan BBM untuk mobil Rp 150 ribu, sementara penjual eceran dibatasi 20 liter per orang.
Kelangkaan BBM mulai terjadi setelah hari raya fitri lalu. Sebab, SPBU di tempat kerjanya hanya mendapat jatah 8.000 ton per hari. Padahal, kebutuhan SPBU sekitar 16 ribu ton premium dan 8 ribu ton solar. Akibat kelangkaan ini, pihaknya harus melayani pembeli hingga dini hari.
Sementara di wilayah kota Jember, ratusan orang mengantre untuk membeli bensin jenis premium. Antrean terjadi di SPBU Jalan Teuku Umar, Kelurahan Tegal Besar, dan SPBU di Jalan Gajahmada.
Tidak hanya pemilik kendaraan bermotor, para penjual bensin eceran juga ikut mengantre di SPBU. Bahkan, ada yang mengantre sejak Senin (25/8/2014) malam, namun hingga Selasa siang belum mendapatkan bensin.
Pantauan Prosalina FM, antrean panjang juga mewarnai SPBU di wilayah Rambipuji, Bangsalsari, Tanggul, Sumberbaru, dan beberapa SPBU di wilayah Jember Selatan. (Hafit)

