Jember Hari Ini – Kepala Seksi Haji dan Umroh Kementerian Agama Jember, Misbahul Munir, menyarankan agar kedepan Calon Jamaah Haji Kabupaten Jember benar-benar melakukan validasi data identitas diri. Sehingga data yang ada di KTP saat mendaftar, sama dengan data yang tertera di paspor dan visa. Pasalnya, setelah Kedutaan Besar Arab Saudi menerapkan sistem E-Hajj, validasi data identitas Calon Jamaah Haji merupakan persoalan vital.
Kasus yang menimpa salah satu Calon Jamaah Haji asal Jelbuk karena persoalan visa, akibat yang bersangkutan terdata dengan 3 nama yang berbeda. Meski yang bersangkutan sudah mengirimkan fotokopi surat penetapan nama dari pengadilan, namun hingga saat ini penyelesaian visa belum juga rampung.
Contoh lain, lanjut Misbahul Munir, saat mendaftar sebagai Calon Jamaah Haji, Pak Sarkawi terdaftar bernama Pak Samna, sesuai dengan KTP awal. Kenyataannya, Samna adalah nama anak Pak Sarkawi yang pertama, sehingga Pak Sarkawi tidak bisa menggunakan nama Samna. Setelah melalui proses cukup panjang, visa Pak Sarkawi bisa diselesaikan dan sudah diberangkatkan ke tanah suci beberapa waktu lalu. (Ida)

