Jember Hari Ini – Petani di Kecamatan Bangsalsari dan Jenggawah mengeluh kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, terutama pupuk jenis ZA.
Salah seorang petani di Jenggawah, Nur Aksin, melalui Suara Rakyat Prosalina mengaku kesulitan mendapatkan pupuk mulai akhir bulan Desember lalu. Bahkan, meski sudah memesan pupuk, namun hingga awal Januari ini dua kios pupuk di Jenggawah mengaku kehabisan stok pupuk.
Hal senada dipaparkan petani di Desa Badean Kecamatan Bangsalsari, Abdus Arif. Menurut Abdus Arif, sejumlah kios pupuk di Kecamatan Bangsalsari menyatakan stok pupuk yang diusulkan petani dibeli perkebunan kopi rakyat di wilayah Bangsalsari. Akibatnya, saat masa pemupukan seperti saat ini, petani tetap kesulitan mendapatkan pupuk.
Sementara Kepala Seksi Sarana Produksi Dinas Pertanian, Eka Ratnawati, menjelaskan, Dinas Pertanian berulangkali mensosialisasikan kalau pengiriman pupuk dari Pemerintah Pusat memang tidak pernah sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang disampaikan kelompok tani.
Menurut Eka, Dinas Pertanian sudah berulangkali mensosialisasikan dan memberikan penyuluhan kepada petani. Eka mengaku kebingungan, bagaimana mengatasi persoalan kebutuhan pupuk. Dinas Pertanian selalu berupaya mengusulkan penambahan Delivery Order (DO) pupuk, agar sesuai dengan kebutuhan petani. Namun hingga saat ini pengiriman pupuk tetap jauh dari kebutuhan petani. (Fian)

