Bakesbangpol Belum Temukan Warga Jember Terlibat GAFATAR

KEPALA BAKESBANGPOL - WIDI PRASETYO

Widi Prasetyo

Jember Hari Ini – Hingga saat ini, Bakesbangpol Jember belum menemukan warga Jember yang terlibat Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR).

Menurut Kepala Bakespangpol Jember, Widi Prasetyo, secara organisasi, GAFATAR belum ditemukan di Kabupaten Jember. Namun Bakesbangpol terus menelusuri karena ada indikasi warga Jember bergabung dengan organisasi GAFATAR di kabupaten kota lain. Bakesbangpol akan terus berkordinasi dengan staf dan Komunitas Intelijen Daerah (KOMINDA) untuk melakukan antisipasi.

Bakesbangpol meminta masyarakat segara melapor kepada kepala desa atau lurah, jika ada indikasi warga yang terlibat GAFATAR atau organisasi terlarang yang lain. Saat ini Bakesbangpol meminta kepala desa, lurah, Ketua RT dan RW melakukan pengawasan jika ada pendatang baru di wilayahnya.

Antisipasi ini juga menindaklanjuti instruksi Penjabat Bupati Jember, Supaad, terkait permintaan Kementrian Dalam Negeri agar Bakesbangpol melakukan pengawasan dan deteksi terhadap berbagai kegiatan ormas keagamaan.

Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) merupakan wujud baru dari organisasi terlarang bernama komunitas Millah Abraham, dan organisasi Al-Qiyadah Al-Islamiyah. Kedua organisasi ini dinyatakan sebagai organisasi terlarang berdasarkan keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 116 Tahun 2007, tentang larangan kegiatan aliran dan ajaran Al-Qiyadah Al-Islamiyah di seluruh Indonesia. (Fian)

Comments are closed.