Jember Hari Ini – Gerakan Shodaqoh Sampah dengan mengumpulkan sampah plastik, kemudian dijual untuk membeli peralatan pengolahan sampah, merupakan terobosan baru untuk menyelesaikan persoalan sampah di Jember.
Demikian dituturkan Bupati Jember, Faida, usai kegiatan Shodaqoh Sampah di Yayasan Pondok Pesantren Raudlatul Mutoalimin di Kelurahan Baratan Kecamatan Patrang, Kamis pagi.
Menurut Faida, semangat gerakan Shodaqoh Sampah bisa ditularkan ke pesantren atau kelompok masyarakat lain, karena hingga saat ini pengelolaan sampah menjadi problem serius. Apalagi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari seluas 6 hektar belum maksimal mengelola sampah.
Bupati Faida akan mendorong agar program Shodaqoh Sampah bisa bersinergi dengan Dinas PU Cipta Karya dan Kantor Lingkungan Hidup. Gerakan yang dimulai oleh para santri ini diharapkan menjadi wahana edukasi dan gerakan nasional pengolahan sampah. Menurut Bupati Faida, warga Jember harus mengubah pola pikir dan budaya membuang sampah sembarangan. (Hana)

