Jember Hari Ini – Aktivis Migrant Aid Indonesia, Mohammad Holidi, meminta Pemkab Jember mengatur soal perlindungan buruh migran dalam RPJMD Jember.
Holidi menjelaskan, Kabupaten Jember hingga saat ini belum bisa memberikan perlindungan kepada buruh migran, sehingga banyak terjadi korban. Holidi mencontohkan, korban yang pernah dialami buruh migran dari Jember seperti perdagangan manusia, beban pembayaran yang tinggi, eksploitasi buruh, kekerasan seksual, dan lain lain.
Menurut Holidi, harus ada sistem pengawasan dari Pemkab Jember sejak persiapan keberangkatan hingga saat bekerja di negara luar. Dari data yang dimiliki oleh Holidi, terdapat sekitar 1.000 buruh migran asal Jember setiap tahun yang menjadi korban deportasi. Korban paling banyak ditemukan di negara Malaysia, Arab Saudi, dan beberapa negara di Asia Pasifik. (Fian)

