Kosongnya Stok Obat RSD dr. Soebandi karena Klaim BPJS Kesehatan Belum Terbayar

newsJember Hari Ini – Kosongnya stok obat di RSD Dokter Soebandi salah satu penyebabnya karena tunggakan BPJS Kesehatan belum terbayar. Demikian ditegaskan Kepala Humas RSD dr. Soebandi Jember, Yustina Evi, melalui telepon selulernya Kamis pagi.

Menurut Yustina Evi, kekosongan stok obat di RSD dr. Soebandi tidak seluruhnya, namun ada beberapa jenis obat yang kosong. Karena 85 persen pendapatan RSD dr. Soebandi berasal dari BPJS Kesehatan, jika klaim BPJS Kesehatan belum terbayar, otomatis regulasi obat-obatan di rumah sakit juga terganggu. Klaim BPJS yang belum terbayar, kata Yustina Evi, sebesar Rp 8 miliar hingga Rp 12 miliar per bulan.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Jember, Mohammad Hafidi, mempertanyakan kekosongan stock obat di RSD dr. Soebandi. Padahal, RSD dr. Soebandi memiliki anggaran operasional sebesar Rp 160 miliar per tahun. Jika dilakukan perencanaan dengan baik, tidak mungkin terjadi kekosongan stok obat. (Fath)

Comments are closed.