Jember Hari Ini – Ormas Generasi Merah Putih (GMP) dan Ormas Republik mempertanyakan sinergitas kinerja DPRD dan Bupati Jember. Demikian disampaikan Ketua Ormas GMP, Anggara Setiawan, dalam rapat dengar pendapat di gedung DPRD Jember, Senin pagi. Anggara mengaku kecewa dengan kondisi kinerja Pemkab yang jalan di tempat, belum ada program kerja yang dijalankan.
Menurut Ormas Generasi Merah Putih dan Republik, lemahnya komunikasi antara Pemkab dan DPRD berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Apalagi banyak program kerja Pemkab Jember, seperti pencairan honor guru ngaji, honor RT dan RW, serta program-program lain terkendala persoalan anggaran. Anggara mengaku siap keluar dari barisan pendukung jika Bupati Faida tetap lemah dalam berkomunikasi dan sering menabarak aturan saat membuat kebijakan.
Sementara Ketua Ormas Republik, Lukman Hakim, menegaskan akan membawa kendala komunikasi DPRD dan bupati dalam rapat internal. Mereka akan meminta Bupati Faida menjelaskan, penyebab buruknya komunikasi DPRD dan Pemkab Jember. Dalam rapat dengar pendapat, Wakil Ketua DPRD Jember, Ayub Junaidi, menjelaskan bentuk komunikasi yang dilakukan DPRD kepada bupati sejak proses pelantikan. Ayub juga menjelaskan mengapa banyak program kerja tahun 2016 yang tidak terealisasi. (Fian)
