Jember Hari Ini – Pembagian zakat rencananya disalurkan untuk kegiatan ekonomi produktif dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember. Demikian ditegaskan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil) Kemenag Jawa Timur, Syamsul Bahri, saat launching Kampung Zakat Terpadu binaan Kemenag Jember di Desa Jambearum Kecamatan Sumberjambe, Kamis siang.
Menurut Syamsul Bahri, program kampung zakat terpadu di Dusun Pace Desa Jambearum Kecamatan Sumberjambe merupakan program pertama di Jawa Timur. Program ini diharapkan menjadi ajang percontohan kabupaten-kota lain di Jawa Timur. Sebab, potensi zakat mal atau harta benda di Jawa Timur sangat besar. Kalau dihitung total pemasukan zakat di Jawa Timur mencapai Rp 250 miliar per tahun. Karena itu, Syamsul Bahri meminta lembaga amil zakat Jawa Timur membantu program yang nantinya menjadi percontohan di Jawa Timur.
Sementara Ketua Panitia Kampung Zakat Terpadu, muhammad muslim menjelaskan, launching kampung zakat terpadu diikuti 8 lembaga amil zakat yang ada di Kabupaten Jember. Program kampung zakat terpadu ini juga melibatkan penyuluh agama islam se-Jember. Program kampung zakat terpadu untuk memudahkan penyaluran zakat dalam upaya membantu mengentaskan kemiskinan. Penyaluran zakat yang semula untuk kegiatan konsumtif, rencananya diarahkan untuk kegiatan ekonomi produktif yang bisa mendorong pengentasan kemiskinan. Program pertama dengan pembagian kambing untuk 22 orang kepala keluarga kurang mampu. Kambing yang diberikan tidak boleh dijual, namun harus dipelihara dan diambil hasilnya. Kegiatan kampung zakat terpadu ini akan terus dipantau oleh tim kemenag dan lembaga amil zakat. (Hafit)
