Karena Dinilai Melanggar Ketentuan PPKM Darurat Pemkab Jember Jatuhkan Sanksi Kepada Sejumlah Pelaku Usaha

Dinilai melanggar ketentuan terkait PPKM darurat,sejumlah pelaku usaha langsung dijatuhi sanksi, tanpa peringatan. Pemilik bengkel sepeda motor di jalan Trunojoyo,  Susanto Tejo Kusumo menuturkan, jumat sore sejumlah petugas satpol PP, polisi dan TNI mendatangi bengkel motor miliknya. Petugas satpol pp langsung memberikan berita acara pelanggaran PPKM darurat, dan meminta dirinya hadir dalam sidang virtual di kantor satpol PP, senin pagi.

Susanto mengaku sebelumnya tidak pernah menerima surat peringatan dari Pemkab Jember, yang meminta dirinya menutup usaha selama penerapan PPKM darurat. Selain itu dia juga tidak pernah mendapatkan sosialisasi dari Pemkab Jember, terkait aturan PPKM darurat bagi pelaku usaha. Disisi lain, Susanto menyayangkan karena pemberian sanksi tidak merata kepada semua pelaku usaha, yang memang melanggar PPKM darurat.

Hal senada disampaikan pemilik bengkel oli, Yohanes.Yohanes menyayangkan kebijakan pemkab menyuruh pelaku usaha tutup selama penerapan PPKM darurat. Padahal tempat usahanya selama pandemi covid 19, sepi pengunjung.

Sementara Plt Kepala Bidang PPHD satpol PP, Erwin Prasetyo membenarkan, sejumlah pelaku usaha harus menjalani sidang karena dinilai melanggar intruksi mendagri,terkait PPKM darurat. Terkait penertiban yang belum merata,kata Erwin, karena jumlah personil satpol PP sangat terbatas.Sehingga penertiban dilakukan tidak bisa langsung dilakukan kepada semua pelaku usaha, namun  dilakukan secara bertahap.

Erwin berharap dengan pemberian sanksi kepada sejumlah pelaku usaha, mereka bisa menutup usahanya hingga selasa 20 juli mendatang. Erwin menambahkan, saat ini ada sekitar 40 pelaku usaha yang sudah diberi berita acara pelanggaran PPKM darurat, dan menjalani sidang virtual.Nantinya keputusan sanksinya diserahkan sepenuhnya kepada majelis hakim, maksimal sanksi denda 500 ribu rupiah. Fian

Comments are closed.