Jember Hari Ini – Hujan yang terus mengguyur Kabupaten Jember membuat potensi sebaran penyakit Demam Berdarah mengalami peningkatan. Untuk itu, Dinas Kesehatan Jember meminta masyarakat lebih menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi sarang nyamuk.
Dinkes Jember mencatat, selama tahun 2023, kasus tertinggi Demam Berdarah terjadi di bulan Januari dengan jumlah 32 kasus per minggunya.
Plt Kepala Dinkes Jember, dokter Koeshar Yudyarto, menyebut, memasuki bulan Februari, kasus Demam Berdarah tercatat mulai menurun menjadi sekitar 10 kasus tiap per minggu.
Hingga kini, dari data Dinkes belum ada kasus meninggal akibat Demam Berdarah. Sementara tren penyebaran kasus Demam Berdarah juga diklaim menurun. Kendati demikian, pihaknya mengimbau agar masyarakat turut mencegah perkembangbiakan nyamuk pembawa virus Demam Berdarah dengan gerakan Menguras, Menutup, dan Mengubur (3M).
Koeshar menambahkan, pihaknya telah menggerakkan setiap puskesmas hingga kader posyandu agar aktif melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), terutama untuk kawasan yang sudah terdeteksi kasus Demam Berdarah.
Demam Berdarah memiliki ciri-ciri gejala demam tinggi, bintik merah di kulit, hingga yang parah bisa mengalami mimisan dan tidak sadarkan diri. (Ulil)

