
Jember Hari Ini – Dibalik lancarnya perjalanan kereta api, ada sosok-sosok yang sering luput dari perhatian, tetapi memiliki peran krusial dalam menjaga keselamatan jalur rel, terutama di area terowongan.
Mereka adalah para penjaga terowongan yang selalu bekerja dalam sunyi dan gelap, memastikan jalur tetap aman dan bebas hambatan bagi setiap kereta yang melintas.
Menurut Manager Hukum Dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, pada Kamis (13/03/2025) mengatakan, setiap terowongan memiliki pos penjagaan yang diisi oleh empat petugas. Mereka bekerja dalam tiga shift, pagi, siang, dan malam.
Bekerja di lokasi terpencil dan jauh dari pemukiman, para penjaga terowongan harus berjalan kaki menyusuri terowongan, terutama di malam hari untuk memeriksa kondisi lintasan sebelum kereta melintas.
Setiap kali ada kereta yang akan melintas dan sudah memastikan semuanya aman, mereka akan berdiri di lokasi yang telah ditentukan dan memberikan semboyan 1 kepada masinis sebagai tanda bahwa lintasan sudah siap dilewati.
Untuk menjalankan tugas ini dengan baik, setiap penjaga terowongan mendapatkan pelatihan khusus dari PT KAI setiap tahun. Selain itu, mereka juga harus memiliki sertifikasi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian yang diperbarui setiap empat tahun sekali.
Dua terowongan bersejarah yang terus dijaga yakni, Terowongan Garahan yang terletak di dekat Stasiun Garahan dibangun pada tahun 1901-1902 dengan panjang 113 meter.
Kemudian Terowongan Mrawan juga dibangun pada periode yang sama dan selesai pada 1910, memiliki panjang 690 meter dan menjadi salah satu terowongan kereta api terpanjang di Jawa Timur. (Ulil)
