Penutupan Jalan di Gumitir Bisa Picu Inflasi, Apindo Berharap Ada Subsidi

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jember menilai penutupan jalan nasional di Gumitir.

Jember Hari Ini – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jember menilai penutupan jalan nasional di Gumitir akan berdampak besar pada sejumlah industri perdagangan di sektor perkebunan dan pertanian di kawasan tapal kuda.

Sebab, jalan di Gumitir merupakan akses paling dekat yang menghubungkan Jember dan kota lain dengan Banyuwangi. Sebaliknya, sejumlah komoditas seperti sayur mayur hingga tebu dari Banyuwangi juga banyak dikirim ke Jember.

Ketua Bidang Organisasi dan Humas Apindo Jember, Imam. kepada Prosalina, Rabu (23/07/2025) mengatakan, para petani tebu dari Jember juga banyak yang harus menyuplai kebutuhan pabrik gula di Banyuwangi. Jika jalur Gumitir ditutup, maka  Harga Pokok Penjualan (HPP) akan meningkat.

Kondisi ini, kata Imam, akan berpengaruh pada kualitas barang yang dikirim. Jika idealnya tebu harus segera dikirim dalam Waktu 4 jam usai tebang, maka dibutuhkan hingga 8 jam jika para pedagang harus mengirim barang melintasi jalur pantura.

Tidak hanya itu, pabrik tebu yang ada di glenmore juga dikhawatirkan akan mengalami keterlambatan proses produksi. Untuk itu, pihaknya berharap ada kebijakan dari pemerintah untuk memberikan subsidi agar tidak terjadi gejolak harga di level pasar. Tidak hanya pedagang, menurutnya di level petani juga akan mengalami kerugian.

Dia mengatakan, penutupan jalur Gumitir yang berlangsung mulai Kamis, (24/07/2025) hingga Rabu (24)09/2025) pukul 24.00 WIB, akan memicu laju inflasi sejumlah kebutuhan pokok masyarakat.

Untuk itu, pihaknya berharap agar pemerintah turun tangan untuk membantu. Bisa dalam bentuk subsidi atau bantuan moda transportasi. (Ulil)

Comments are closed.