
Jember Hari Ini – Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan strategi besar untuk menekan angka kemiskinan ekstrem melalui Program Perhutanan Sosial. Kedepannya, Pemkab Jember akan berjuang agar masyarakat miskin bisa mengelola lahan seluas 41 ribu hektare yang tersebar di Jember.
Demikian disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam temu usaha pemberdayaan ekonomi lokal dalam pengembangan komoditas kopi di wilayah aglomerasi tapal kuda yang digelar LP2M Unej, Selasa (25/11/2025).
Menurut Fawait, penggunaan lahan seluas 41 ribu hektar rencananya akan dibagikan sebagai akses kelola kepada keluarga miskin, dengan porsi satu hektare per rumah tangga. Jika program tersebut terlaksana dengan baik, maka lebih dari empat puluh ribu keluarga berpeluang keluar dari kemiskinan.
Dengan perhitungan rata-rata satu rumah tangga menanggung dua hingga tiga orang, Pemerintah Daerah memperkirakan lebih dari 120 ribu penduduk, berpotensi memperoleh manfaat langsung dari program ini. Fawait optimis, langkah tersebut akan menjadi instrumen kuat untuk mengatasi kemiskinan ekstrem yang saat ini jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 120 ribu jiwa di Jember.
Sebagai upaya mewujudkan program tersebut, Pemkab Jember telah membentuk kelompok kerja perhutanan sosial yang salah satu fokusnya adalah pengembangan komoditas kopi. Melalui pendampingan, penyediaan bibit, hingga pelatihan.
Sementara itu, Wakil Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan dukungannya. Kedepan pihaknya juga akan melakukan intervensi program agar persoalan kemiskinan di Jember segera teratasi.
Iwan memastikan intervensi program tersebut tidak hanya melibatkan eksekutif, tetapi juga akan bekerja sama dengan pihak lain, terutama perguruan tinggi. (Rusdi)
