
Jember Hari Ini – Sejumlah warga Perumahan Kodam, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, yang terdampak banjir mulai merasakan dampak gangguan kesehatan, seperti sesak napas dan gatal-gatal. Bahkan, seorang perempuan yang sebelumnya menderita stroke dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (17/12/2025) siang, dua hari setelah peristiwa banjir.
Salah seorang warga Perumahan Kodam Mangli, Kabid Siswanto, menjelaskan, hujan deras yang terjadi pada Senin lalu menyebabkan air masuk ke kawasan perumahan. Akibatnya, beberapa rumah terendam banjir dan tiga unit rumah dilaporkan rusak berat hingga ambruk.
Banjir tersebut dipicu luapan sungai bedadung yang melintasi wilayah Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates. Warga sempat mengungsi dan kini telah kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan.
Ia menyebutkan, tiga rumah mengalami kerusakan parah hingga roboh. Petugas BPBD Jember telah turun ke lokasi untuk membantu proses pembersihan sekaligus melakukan asesmen, termasuk di rumah milik jalung yang terdampak cukup berat.
Kabid Siswanto menambahkan, pascabanjir, mulai muncul keluhan kesehatan di kalangan warga, seperti sesak napas dan gatal-gatal. Petugas dari puskesmas setempat telah melakukan pemeriksaan kesehatan. Namun demikian, seorang warga bernama Bu Topo yang merupakan tetangganya, meninggal dunia dua hari setelah banjir. Almarhumah diketahui telah lama menderita stroke sebelum kejadian banjir.
Di wilayah tersebut, lanjut Kabid, terdapat tiga warga yang sedang dalam kondisi sakit. Dua di antaranya merupakan pasangan suami istri, keluarga Bu Topo, yang sama-sama menderita stroke. Sementara satu warga lainnya adalah Jalung, pemilik rumah yang ambruk yang baru saja menjalani pemasangan ring jantung.
Sementara itu, warga sekitar secara swadaya mendirikan dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan makan warga yang terdampak banjir. (Hafit)
