
Jember Hari Ini – Bupati Jember, Muhammad Fawait, merespons keberlanjutan operasional pabrik pupuk organik Si Jempol yang sudah berhenti beroperasi sejak awal Januari 2025. Hal ini dia sampaikan dalam Press Release Pro Gus’E pada Senin (22/12/2025).
Pabrik yang berada di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, tersebut kini menambah daftar aset milik pemerintah yang mangkrak. Kendati demikian, Fawait menyampaikan bahwa pihaknya akan mengkaji kebutuhan pabrik tersebut untuk peningkatan produktivitas panen padi di Jember.
Dia mengatakan, dalam kajiannya, yang dibutuhkan petani di Jember saat ini yakni perbaikan infrastruktur di sektor pertanian karena sudah mengalami kerusakan hingga 70 persen. Kurang optimalnya infrastruktur tersebut disebut menjadi salah satu penyebab utama produktivitas panen tidak optimal.
Produktivitas panen padi di Jember, katanya, masih kalah dengan Lamongan dan Ngawi yang luasan lahan pertaniannya masih lebih luas Jember. Sebab, Ngawi dan Lamongan bisa menggenjot produksi panen padi karena bisa menanam 3 kali dalam setahun. Apalagi kata dia, pos anggaran untuk sektor pertanian di Jember sejak 10 tahun terakhir kurang diperhatikan.
Seperti diketahui, pabrik pupuk organik diresmikan sejak Desember 2023. Pabrik tersebut dibangun di era pemerintahan Bupati Hendy Siswanto, dengan anggaran pembangunan mencapai Rp3,2 miliar. Pabrik dengan produk Si Jempol tersebut rencananya bisa memproduksi pupuk hingga 50-60 ton per hari. (Ulil)
