Jember Hari Ini – Upaya penanganan longsor di bantaran sungai Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, terus berlanjut melalui skema gotong royong lintas pihak.

Hingga pekan ini, progres pemasangan bronjong penahan tebing dilaporkan telah mencapai sekitar 50 persen. Untuk mengabadikan momentum semangat gotong royong tersebut, para relawan kini juga sedang proses menulis buku terkait penanganan bencana tersebut.
Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Kelurahan Kaliwates, Indra Gunawan, Sabtu (03/01/2026) mengatakan, proses pengerjaan saat ini masih dihentikan sementara untuk penataan ulang teknis dan pemulihan kondisi fisik para relawan serta warga yang terlibat langsung di lapangan.
Ia menjelaskan, meskipun masih tersedia material berupa tiga truk batu, kebutuhan lain seperti konsumsi, akomodasi, dan tenaga tukang berkeahlian khusus tetap memerlukan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, Destana bersama warga memilih melanjutkan pekerjaan secara bertahap sambil menunggu asesmen teknis lanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Destana Kaliwates tidak bergerak sendiri. Penanganan teknis penahan tebing dikawal langsung oleh tim akademisi guna memastikan konstruksi bronjong sesuai standar keamanan.
Menurut Indra, keterlibatan berbagai elemen tersebut menjadikan penanganan longsor di Kaliwates sebagai contoh sinergi kebencanaan berbasis masyarakat. Model kolaborasi ini bahkan disebut BPBD Jember berpotensi menjadi percontohan penanganan bencana serupa di wilayah lain.
Selain fokus pada penanganan fisik, Destana Kaliwates juga tengah mendokumentasikan seluruh proses penanganan pascabencana dalam bentuk buku berjudul “Mission Impossible”. Langkah ini dilakukan sebagai sarana pembelajaran mitigasi dan respons kebencanaan berbasis pengalaman lapangan.
Terkait kondisi warga terdampak, Indra memastikan komunikasi dan pendampingan terus dilakukan secara intensif. Destana bersama perangkat RT, RW, kelurahan, dan kecamatan rutin melakukan pendekatan persuasif untuk menjaga kondusivitas dan memberikan pemahaman kepada warga.
Sebelumnya, longsor terjadi di kawasan bantaran sungai Jalan Imam Bonjol, RT 05 RW 04, Kelurahan Kaliwates, pada Minggu 9 November 2025, akibat hujan deras berkepanjangan. Peristiwa tersebut menyebabkan satu rumah milik warga lanjut usia ambruk ke sungai, serta mengancam sedikitnya 12 rumah lainnya akibat pergeseran tanah dan terbentuknya rongga besar di bawah bangunan. (Ulil)
