Tanggul Sabuk Gunung Jebol, Puluhan Rumah Warga Desa Ampel Wuluhan Kebanjiran

Tim BPBD saat melakukan asesmen di lokasi banjir Kecamatan Wuluhan.

Jember Hari Ini – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Selasa (13/01/2026) mengakibatkan banjir di Dusun Kepel, Desa Ampel. Banjir mulai menggenangi permukiman warga sekitar pukul 19.00 WIB setelah debit air kali clutak meningkat dan meluap.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, sedikitnya 76 kepala keluarga terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 40 hingga 90 cm. Dari jumlah tersebut, dua rumah warga dilaporkan terendam cukup parah dengan ketinggian air mencapai sekitar 60 cm.

Dua rumah yang terdampak paling signifikan masing-masing milik Parjo (40), warga RT 02 Dusun Kepel dengan tiga jiwa dalam satu keluarga, serta Sumiatun, warga RT 03 dengan jumlah tiga jiwa. Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, menyampaikan, banjir dipicu oleh hujan deras yang berlangsung selama kurang lebih empat jam, sejak pukul 16.00 hingga 19.00 WIB. Kondisi tersebut membuat Kali Clutak tidak mampu menampung debit air yang meningkat drastis. Banjir juga dipengaruhi oleh jebolnya tanggul di kawasan sabuk gunung yang sebelumnya rusak akibat banjir pada januari 2025.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember langsung diterjunkan ke lokasi pada Rabu dini hari (14/01/2026) sekitar pukul 03.30 WIB, setelah laporan pertama diterima pada Selasa malam pukul 23.40 WIB. Tim melakukan peninjauan lokasi, koordinasi lintas unsur, asesmen dampak, serta pengamanan wilayah terdampak.

Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD juga menyalurkan bantuan logistik berupa dua paket sembako bantuan dari Provinsi Jawa Timur kepada dua rumah warga yang terdampak paling parah.

BPBD Kabupaten Jember mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. Selain itu, BPBD merekomendasikan pihak perhutani untuk segera melakukan perbaikan tanggul yang jebol di kawasan sabuk gunung, serta meminta pemerintah desa setempat melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan kondisi banjir.  

BPBD memastikan sebagian besar rumah warga dalam kondisi aman karena memiliki pondasi yang relatif tinggi. Hanya dua rumah yang terdampak serius akibat pondasi bangunan yang rendah. (Ulil)

Comments are closed.