Jelang Ramadan, Kebutuhan LPG 3 Kg di Jember Diprediksi Meningkat

Ilustrasi LPG 3 Kg.

Jember Hari Ini – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan mulai mengantisipasi meningkatnya kebutuhan LPG menjelang ramadan, khususnya bagi para pengrajin kue kacang yang aktivitas produksinya meningkat signifikan.

Kepala Diskopumdag Jember, Sartini, mengatakan, peningkatan permintaan LPG kerap terjadi setiap menjelang bulan ramadan, seiring melonjaknya produksi kue tradisional. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan kunjungan langsung ke para pelaku usaha kue kacang guna memberikan edukasi dan imbauan. Sartini menegaskan bahwa pelaku usaha dengan skala produksi besar seharusnya tidak lagi menggunakan LPG bersubsidi 3 kilogram.

Kendati demikian, di lapangan pihaknya masih menemukan ada pelaku usaha kue kacang yang dalam sehari produksinya bisa mencapai berton-ton, namun masih menggunakan LPG bersubsidi. Menurutnya, pengusaha tersebut sudah tidak masuk kategori masyarakat miskin atau usaha mikro yang berhak menggunakan LPG 3 kilogram. 

Namun demikian, Sartini mengakui adanya dilema dalam penertiban penggunaan lpg subsidi tersebut. Pasalnya, industri kue kacang merupakan sektor padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja dan berkontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat, terutama menjelang ramadan saat permintaan meningkat.  

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Jember. Koordinasi tersebut difokuskan pada persiapan pasokan LPG menjelang ramadan dan idulfitri, terutama di wilayah sentra produksi kue kacang seperti Kecamatan Mayang dan Pakusari.

Sartini mengungkapkan, berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, kebutuhan LPG menjelang ramadan mengalami peningkatan signifikan. Oleh karena itu, Pemkab Jember telah mengajukan permohonan penambahan kuota LPG.

Berkaca dari tahun lalu, terjadi peningkatan kebutuhan hingga sekitar 50 persen dari kuota normal. Untuk itu, pihaknya sudah bersurat ke Pertamina guna meminta penambahan alokasi. (Ulil)

Comments are closed.