Jaringan Pipa Rusak, Warga Terdampak Banjir Bandang di Jember Butuhkan Air Bersih

Proses distribusi air bersih untuk warga terdampak banjir bandang.

Jember Hari Ini – Pascabencana banjir bandang yang menerjang Desa Pakis, Kecamatan Panti, sejak Senin (02/02/2026) Palang Merah Indonesia (PMI) Jember melakukan kaji cepat untuk memastikan kebutuhan mendesak warga terdampak.

Dari hasil asesmen di lapangan, sekitar 100 Kepala Keluarga dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut dipicu rusaknya jaringan pipa air bersih, dimana sekitar 20 pipa dengan panjang total 120 meter putus akibat terseret arus banjir bandang.

Sekretaris PMI Jember, Ghufron Eviyan Efendy, Rabu (04/02/2026) mengatakan, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga pascabencana. Untuk itu, PMI Jember menyiagakan tandon air berkapasitas 1.100 liter yang akan diisi menggunakan armada truk tangki berkapasitas 5.000 liter.

Ia menjelaskan, distribusi air bersih dilakukan secara rutin dengan total pasokan sekitar 3.300 liter per hari yang akan disalurkan langsung ke rumah-rumah warga terdampak hingga kondisi kembali normal.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Jember bersama unsur terkait terus melakukan penanganan pascabencana, mulai dari koordinasi lintas instansi, pembersihan lumpur di permukiman dan akses jalan, pemantauan kondisi warga, hingga pencarian korban terseret arus. Dinas PUPR juga mengerahkan alat berat untuk membersihkan material bambu yang menutup aliran sungai di jembatan Tembelang, Desa Pecoro.

Dinas Sosial menyalurkan bantuan logistik serta mendirikan dapur mandiri yang menyiapkan sekitar 300 nasi bungkus bagi warga terdampak dan petugas penanganan. Selain itu, tim kesehatan dari Dinas Kesehatan turut memberikan layanan pemeriksaan dan pengobatan bagi warga yang terdampak banjir.

Banjir di Sungai Badean dilaporkan telah surut. Seluruh pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing, kecuali tiga Kepala Keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat tergerus banjir.

BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar penanganan pascabencana terus dilanjutkan, termasuk pembersihan sisa lumpur, distribusi bantuan lanjutan, layanan kesehatan berkelanjutan, serta kajian relokasi bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir bandang. Warga juga diimbau untuk segera mengungsi apabila terjadi hujan deras di sekitar aliran Sungai Badean. (Ulil)

Comments are closed.